Heartstrings: [2] Gone

Heartstings Cover

Choi Jun Hong | Lee Jonghyun | OC | Ficlet | Romance | YuanFei’s Storyline

(Jika kau pergi, bagaimana aku bisa hidup?)

Salju turun semakin lebat membuat pagi hari yang dingin tampak berkabut dan suram. Yeon Joo mengerjapkan matanya malas, sebenarnya tidak ada sinar matahari pengganggu yang akan membangunkan tidur nyenyaknya. Tapi entah kenapa ia bangun lebih pagi dari jam biasa ia bangun. Tangannya yang kecil meraba sisi kosong tempat tidurnya yang dingin. Ia selalu lupa jika Jun Hong sudah tidak menempati sisi kosong itu. Ada sebuah perasaan yang membuatnya begitu asing terhadap kamarnya sendiri.Perlahan ia mengedarkan matanya menelusuri setiap sudut kamarnya yang luas dan berdinding kaca dengan tirai-tirai raksasa yang bergelantungan hingga ia merasa bahwa kamar itu memang benar-benar kamarnya.

Sedikit demi sedikit memorinya terkuak, pikirannya mencabik luka yang selama ini sudah ia balut dengan perban super tebal dan sekarang setelah semuanya menganga serpihan perih itu kembali menghantuinya. Sudah satu tahun Jun Hong membiarkannya tidur sendiri, ketakutan ditengah malam ketika hujan turun dan petir menyambar-nyambar dengan ganas, kedinginan dan masih banyak lagi perasaan yang ingin ia keluhkan pada Jun Hong jika saja laki-laki itu ada disini. Di tempat ini semua memorinya bersama pria itu ia simpan bahkan aroma tubuh pria itu masih menyeruak ketika ia memeluk bantal yang dulu menjadi kepemilikan Jun Hong dengan erat seperti laki-laki itu baru saja pergi tadi pagi.

Yeon Joo menyibakkan selimutnya lembut dan menurunkan kakinya untuk menyentuh karpet berbulu yang tergeletak dilantai. Yeon Joo meregangkan badannya yang lelah, tak sengaja tangannya menyentuh pigura yang berada dinakas meja tempat tidurnya dan membuatnya terjatuh dilantai berbulu tepat didekat kakinya. Gadis itu menyibakkan rambut panjangnya kebelakang telinga ketika ratusan helaian rabut itu menghalangi pandangannya untuk memungut pigura yang menampilkan Jun Hong-nya setahun lalu. Foto berlatar belakang menara Eiffel yang cantik dimalam hari itu diambilnya ketika mereka tengah menikmati bulan madu di kota yang romantis – Paris. Yeon Joo tersenyum, kali ini lebih lebar hingga deretan giginya yang putih sedikit terlihat. Ia membelai figura itu tanpa bersuara atau berkata-kata. Matanya menyembunyikan beribu kebahagianya bersama Jun Hong dan bibirnya membenarkan apa yang matanya katakan. Kala itu ia memang bahagia, sangat bahagia.

Perlahan ia melepas tangan kirinya dan menggunakan itu untuk meraba wajah Jun Hong yang tengah tersenyum didalam foto itu. Berharap dengan demikian dia masih bisa merasakan hangat dan halusnya wajah itu kembali. Hatinya begitu sedih saat mengetahui jika itu tak lebih hanya angan-angan belaka. Ekspresinya terlihat pilu dan kesepian. Seolah tak ada lagi cara untuk bersama pria itu. Helaan nafas kemudian terdengar darinya dan matanya yang tadi tampak bahagia kini tengah tergenang oleh air mata.

“Jun Hong-ah… Lihatlah aku. Sekali saja, lihat aku.” Ucapnya pelan diiringi air matanya yang meluncur dengan cepat. Yeon Joo tidak tahu bagaimana ia bisa melewati satu tahun kedepan tanpa kehadiran Jun Hong disampingnya.

Ia tidak mau terlalu larut dalam kesedihannya lagi. Sudah cukup dia menangis setiap malam mengingat perlakuan Jun Hong dipadanya kala itu. Yeon Joo meletakkan figura itu kembali diatas nakas tempat tidurnya dan memilih untuk mencari udara segar dibalkon kamarnya. Angin dingin bertiup pelan melewatinya. Setiap desauannya membisikan sebuah kalimat bisu yang membuatnya hanya tersenyum getir. Gadis itu mendesah ketika mendapati kebun bunganya telah ditutupi oleh salju yang tinggi dan membuat seluruh bunganya layu bahkan mati.

Sekelebat memori masalalunya baru saja terbebas dari kotak sihir yang sudah terkunci rapat-rapat. Membuat matanya kembali sendu dan hatiya perlahan terasa tersakiti.

“Jun Hong-ah. Lihat, kebun bungaku hancur!”

“Tentu saja. Ini sudah memasuki musim dingin, sayang!” Jun Hong baru saja menyibakkan tirai raksasa dan menghampiri tubuh Yeon Joo yang berdiri membelakanginya. Laki-laki itu tersenyum dan menelisipkan kedua tangannya melingkari pinggang gadis itu. Tak lupa sebuah kecupan lembut mendarat di puncak kepala Yeon Joo.

“Tapi aku ingin melihat bunga bermekaran walaupun di musim dingin.” Ujar Yeon Joo tampak manja. Jun Hong tersenyum menanggapi sikap kekanakan gadis itu.

“Kau tahu bunga Snowdrop?”

“Apa kita harus menanam bunga itu?” Sela Yeon Joo sebelum laki-laki jangkung itu menyelesaikan kalimatnya.

“Tentu saja,”

Yeon Joo tersenyum perih. Matanya terus menatap kebun bunganya yang sudah layu, mati dan mengering dibawah tumpukan salju. Ia mencengkeram pagar besi yang dingin dengan erat hingga buku-buku tangannya memutih.

“Jun Hong-ah. Lihat, kebun bungaku hancur.” Ujarnya.

Tidak ada seorangpun yang menjawabnya. Menyadari kesepian itu Yeon Joo berkata lagi. “Jun Hong-ah, kau dengar aku? Aku bilang kebun bungaku hancur. Bunga snowdrop itu juga tak muncul seperti apa yang kau katakan.”

Yeon Joo menunggu suara yang mungkin menyahutnya. Suara berat dan unik yang dimiliki Jun Hong. Ia merindukannya.

“Jun Hong-ah…”

“Jun Hong-ah…”

“Jun Hong-ah, aku juga seperti bunga itu jika musim semi telah pergi mereka mati. Lalu jika kau pergi bagaimana aku bisa hidup?”

Yeon Joo kembali menghela nafasnya. Selama ia hidup, hidup tanpa Jun Hong adalah sesuatu yang memberatkanya. Seolah tak ada orang lain yang mau membantunya menopang beban hidupnya yang amat banyak. Tapi bagaimanapun ia harus terus hidup untuk laki-laki itu. Karena ia perlahan dan secara lancang berani mencintainya, ia masih yakin jika Jun Hong juga mencintainya. Ia tidak tahu berapa lama lagi ia harus berada dalam situasi seperti ini. Ia tidak bisa kemana-mana lagi, terjebak dalam labirin yang dibuat oleh dirinya dan Jun Hong dan ia akan keluar jika ia bisa menemukan jalan keluar tapi dalam waktu yang tidak dapat diprediksi oleh siapapun.

FIN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s